Anda berada di halaman web: EVENTS... Klik dibawah ini untuk EVENTS selanjutnya !

 

 

LEMBAGA KEMAJUAN WILAYAH KEDAH (KEDA)-MALAYSIA mengikuti kegiatan Pertanian Padi SRI Organik dan Hortikultura di NOSC (Nusantara Organic SRI Center)


LEMBAGA KEMAJUAN WILAYAH KEDAH (KEDA)-MALAYSIA
ORGANIC SRI + HORTICULTURE TRAINING SCHEDULE
At NOSC Nagrak, Sukabumi – Jawa Barat, Indonesia
Periode : 21- 27 Januari 2011

Bapak Marzuki Md.Zin, Pengurus Perancangan Dan Penyelarasan Lembaga Kemajuan Wilayah Kedah (KEDA) Bangunan Tunku, Alor Setar, Kedah. Malaysia adalah ketua tim rombongan yang mengunjungi NOSC dan Berlatiha selama 6 hari. Kegiatan meliputi Pertanian Dasar SRI Organik 3 Hari dan 2 hari Pertanian Sayur Mayur Organik serta 1 hari untuk Praktek lapangan.

Semoga Pertanian SRI Organik dan Hortikultura tersebut dapat bermanfaat dan berkembang di Wilayah Kedah, Malaysia dan menjadikannya penting untuk diterapkan dan dikembangkan.

PELATIHAN DASAR PERTANIAN SRI ORGANIK
(Kelas Sabtu-Minggu) dari Mahasiswa/Mahasiswi IPB, Bogor - Jawa Barat sejumlah 30 Peserta Tanggal 25-26 Sept 2010

Gelombang ke 1, Daftar Peserta Pelatihan SRI Organik (Kelas Sabtu-Minggu) dari Mahasiswa/Mahasiswi IPB, Bogor - Jawa Barat sejumlah 30 Peserta Tanggal 25-26 Sept 2010, a/l :
AIDA RATNA J.
ADELIA SATWOKO
MAISAROH
WURI SETYANI
NENGSIH
EVA FATMAWATY
ARTIKA SOLEHA
VELICIA DESYANA R.
ROBI NOVRIZAN JAYA
MEI NALITA SARI
MOHAMAD WILDAN
SITI NURJANNAH
SELVIA ANINYENA
NOVIA WILLANNISA
ULFIKA ISRORY A.
GALIH PAMUNGKAS
AHMAD FADHLI
DEFIANA ARYANI
NANCY SLARWAMIN
HERRY YOAN EDISON
BAGUS AHMAD
DEVI MAYASARI
ASTANI AGAM
AULIA BAHADHORI MUKTI
CITRA LEONATARIS
NOVI PRIHATIN
IKA PUSPITA SARI
FEBRIANA WIDIASTUTI
HARMALINDA
RAHMAT HIDAYAT

 



Gelombang ke 2
, Daftar Peserta Pelatihan dari IPB, Bogor - Jawa Barat sejumlah 29 Peserta a/l :
MUTIARA ASHRI
M.KHAIRI FUAD A.JAMBAK
AKHMAD MEDIRANTO
MARSHA YUNIKE P.
HADIANTI DELIANA
YUWAN PRATAMA BAKI
BARRY WICAKSONO
MARLINA
JESSY EKA SEPTI
PUTRI SANTIKA MARAZ
AJENG SEPTIANTY Y.
ROSIANA HABAYAHAN
IMAM SETIYADI
SAEFUL RAMADHAN
YUDI CASTIO
NUR ETIKA KARYATI
MEGA YENI PURBA
WINDI
HADI WISA
REYNA PRACHMAYANDINI
ASTRIA HERNISA
HANNA ADITYA J.
MUHAMMAD SOFYAN
ARDLI SWARDANA
ANJAR HAFIDHUN
MERINA JAYANTIKA
HENI HARIYANI
MAHARTIKA S.
SRI GINANJAR

PELATIHAN DASAR PERTANIAN SRI ORGANIK
KELAS PRIVAT TANGGAL 28 - 31 JULY 2010

Deskripsi Singkat

Pelatihan ini diikuti oleh 7 orang peserta utusan study banding dari Pemda Kab. Pegunungan Bintang, Papua, a/l : Senni Kalakmabin, Danci Apaseray, Jonny Uropkulin, Kristoforus K Kalakmabin, Musa Mimin, Spei Y Bidana, dan Nicolaus Bukega, waktu pelaksanaan pelatihan dimulai dari tanggal 28 - 31 Juli 2010 yang di pandu oleh 2 orang pemandu dari NOSC. Peserta Pelatihan Dasar di utamakan adalah anggota kelompok tani hamparan pada lahan sawah beririgasi baik didaerah sal sebagai petani pemilik maupun petani penggarap yang bersedia untuk beralih dari metode konvensional ke SRI Organik. Dengan disponsorinya mereka oleh Pemda setempat, Walaupun ditempuh dengan waktu yang singkat, namun Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat individu, simulasi, dinamika kelompok dan praktek lapangan. Semoga mereka dapat menyebarluaskan Pertanian SRI Organik di tempat mereka karena Pupua merupakan daerah yang sangat berpotensi untuk pengembangan pertanian skala besar untuk ketahanan pangan nasional. Semoga Sukses, Kami Ucapkan !

VISI & MISI PEMBANGUNAN KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG
Visi pembangunan Kabupaten Pegunungan Bintang berbunyi : "Di Tahun 2010, terwujud semakin kokohnya kemandirian masyarakat yang didukung oleh semangat kerja keras dan gotong-royong dalam membangun ekonomi sosial, budaya, politik, hukum dan agama untuk mempertahankan harkat dan martabat MANUSIA NGALUM. KETENGBAN. BATOM dan MUROP".

Misi Pembangunan Kabupaten Pegunungan Bintang meliputi:
Memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan kepada masyarakat yang didukung oleh manajemen kelembagaan dan penyelengaraan pemerintahan yang efektif dan efisien. Menciptakan aksesibilitas wilayah untuk mendukung mobilitas arus manusia dan barang dari dan ke distrik/kabupaten sebagai pusaf pelayanan dan pembangunan.

Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia melalui pembangunan pendidikan, kesehatan dan perbaikan gizi dan pendapatan masyarakat. Membina, melestarikan nilai-nilai sosial budaya, adat istiadat, semangat kerja keras, gotong royong dan kemandirian masyarak untuk mpembangun daerah.

Mendorong, mengembangkan serta membing usaha kecil dan menengah dengan menciptakan lembaga-lembaga ekonomi rakyat dan memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang tersedia.Mendorong terciptanya stabilitas wilayah melalui kerjasama yang harmonis antara pemerintah, lembaga adat dan gereja serta masyarakat. Membuka peluang investasi untuk pemanfaatan dan pengelolahpotensi sumberdaya alam (hutan dan tambang).



PELATIHAN DASAR PERTANIAN SRI ORGANIK

KELAS PRIVAT TANGGAL 11 - 13 JANUARI 2010


 

SUMMARY

Pelatihan ini diikuti oleh 2 orang peserta yaitu Bapak Mark Sungkar dan Staff-nya ( + 25 Peserta Kunjungan Study banding dari Pemkot Cianjur Balai Pertanian), waktu pelaksanaan pelatihan dimulai dari tanggal 11 - 13 Januari 2010 yang di pandu oleh 2 orang pemandu dari NOSC. Peserta Pelatihan Dasar ini diutamakan adalah Perkenalan Pertanian methode SRI untuk calon Pengusaha pertanian padi khususnya yang akan dikembang dikemudian hari di daerah tempat mereka berasal. Peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat individu, dan praktek lapangan. Semoga mereka berhasil dalam cipta dan karsa memasyarakatkan beras organik.


PELATIHAN DASAR PERTANIAN SRI ORGANIK

DINAS PERTANIAN HOLTIKULTURA PROPINSI SULAWESI SELATAN, KABUPATEN ENGREKANG TANGGAL 14 - 19 DESEMBER 2009



SUMMARY

Pelatihan ini diikuti oleh 6 orang peserta (4 Peserta dari Sul-Sel, 1 Peserta dari Kudus, dan 1 Peserta dari Bogor), waktu pelaksanaan pelatihan dimulai dari tanggal 14 - 19 Desember 2009 yang di pandu oleh 2 orang pemandu dari NOSC. Peserta Pelatihan Dasar diutamakan adalah anggota kelompok tani hamparan pada lahan sawah beririgasi baik yang bersedia untuk beralih dari metode konvensional ke SRI Organik. Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat individu, simulasi, dinamika kelompok dan praktek lapangan.





PELATIHAN DASAR & TOT PERTANIAN SRI ORGANIK

Negara Timor Leste Tanggal 07 - 13 Desember 2009
Sponsor : Dr. Georg Deichert (GTZ Adviser Rural Development)



Deskripsi Singkat

Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang peserta, waktu pelaksanaan pelatihan dimulai dari tanggal 07 - 13 Desember 2009 yang di pandu oleh 3 orang pemandu dari NOSC. Peserta Pelatihan Dasar & TOT di utamakan adalah anggota kelompok tani hamparan pada lahan sawah beririgasi baik dinegara asal sebagai petani pemilik maupun petani penggarap yang bersedia untuk beralih dari metode konvensional ke SRI Organik. Dengan disponsorinya mereka oleh Dr. Georg Deichert (GTZ Adviser Rural Development) dibawah koordinator badan dunia PBB, Walaupun ditempuh dengan waktu yang singkat, namun Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat individu, simulasi, dinamika kelompok dan praktek lapangan.





PAWEES 2009
"International Conference on Promising Practices for the Development of Sustainable Paddy Fields " di Bogor, Oktober 7-9, 2009



Indonesia adalah negara agraris yang mayoritas penduduknya mengkonsumsi beras sebagai makanan utama. Pemerintah telah melakukan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan beras nasional. Namun pada kenyataannya beberapa masalah pertanian masih saja menjadi kendala. Ancaman alih fungsi lahan sawah irigasi 1 hingga 1,5% per tahun sementara total sawah irigasi saat ini tinggal sekitar 5 juta hektar, masalah ketersediaan pupuk dan masalah suply pupuk (kebutuhan akan pupuk organik tahun 2009 sekitar 25,986,562 ton sementara ketersediaan hanya 812,511 ton dan kebutuhan akan pupuk organik akan terus meningkat menjadi 18,28 juta ton pada tahun 2025) , masalah perubahan iklim ( pertengahan tahun 2009 hingga awal tahun 2010 ditandai datangnya ”Elnino” atau musim kering), cara bercocok tanam yang konvensional karena kurangnya keahlian dan kemampuan petani untuk meningkatkan produksi adalah merupakan beberapa masalah yang perlu segera dipecahkan. Disamping itu metode pertanian saat ini cenderung untuk merusak alam karena terlalu banyak menggunakan bahan kimia berbahaya yang selain tidak sehat untuk dikonsumsi juga memberikan kontribusi terhadap pemanasan global.

Terdorong untuk berpartisipasi dalam mengatasi masalah sebagaimana tersebut diatas, para pendiri NOSC pada tahun 2004 mencoba menyebarkan suatu gagasan kembali dalam mengatasi permasalahan pertanian nasional dimana setiap program dan aktivitasnya berorientasi pada pertanian yang dapat memberikan solusi holistik dan terintegrasi untuk meningkatkan produksi pertanian, melindungi lingkungan dari pemakaian bahan kimia, kemandirian petani karena dapat memproduksi sendiri pupuk organik dan peptisida nabati, memberikan bahan pokok makanan organik yang sehat dan berujung pada peningkatan kesejahteraan petani.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh IPB beserta Lembaga Internasional lainnya, Acara PAWEES 2009 "International Conference on Promising Practices for the Development of Sustainable Paddy Fields " di Bogor, Oktober 7-9, 2009 inilah menjadi arena Para Pakar dan Peneliti serta Lembaga NGO lainnya termasuk NOSC (Nagrak Organic SRI Center) saling bertukar informasi mengenai Pertanian terutama Padi...

The NOSC (Nagrak Organic SRI Center), located in Nagrak, Sukabumi, West Java, offers an activity comprising presentation and demonstration on organic rice farming using SRI method consisted of the following topics:
* Idea and basic/fundamental system of organic rice intensification (Organic SRI)
* Demonstration on practices and introduction to soil ecology, comprising,:
Ø Introduction to sustainable environmentally friendly agriculture
Ø Introduction to and practice of soil physical properties
Ø Introduction to and practice of soil biology
Ø Introduction to and practice of soil chemistry
Ø Introduction to and practice of decomposition process and production of ...compost, local microorganisms (MOL) and vegetable pesticides.
* Demonstration on nursery, seed testing and rice planting.

Silahkan Download SRI FAQS / Perpustakaan SRI ? disini !

PELATIHAN DASAR PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN SRI ORGANIK
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi LAMPUNG
Jalan Zainal Abidin Pagaralam No. 1, Rajabasa, Provinsi LAMPUNG
Telp. : 0721-704700
Fax. : 0721-703775 / 0721-709063

Deskripsi Singkat
A. SUMMARY

Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta, waktu pelaksanaan pelatihan dimulai dari tanggal 31 Maret – 03 April 2009 yang di pandu oleh 3 orang pemandu dari NOSC. Peserta Pelatihan Dasar di utamakan adalah anggota kelompok tani hamparan pada lahan sawah beririgasi baik sebagai petani pemilik maupun petani penggarap yang bersedia untuk beralih dari metode konvensional ke SRI Organik. Walaupun ditempuh dengan waktu yang singkat, namun Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat individu, simulasi, dinamika kelompok dan praktek lapangan.

B. KESIMPULAN DAN SARAN

Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai kendala yang dihadapi petani dari daerah tersebut masing-masing antara lain :

a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga panen.

Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami teknis budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air.

Laporan Kegiatan
Tanggal : 31 Maret - 03 April 2009
Tempat : NOSC
Jenis : Training of Farmer (TOF)
Asal Peserta : Lampung
Jumlah Peserta : 30 Orang
Instruktur :
1. Deri Ramdan, SP
2. Misnan Mulyadi


TRAINING SRI ORGANIC, CARITAS CZECH REP., BANDA ACEH
NAGRAK, 30 Maret s/d 03 April 2009

Deskripsi Singkat
Training Of Farmer (TOF) budidaya padi SRI organik adalah merupakan pelatihan dasar dalam rangka mempersiapkan pelaku SRI di tingkat lapangan yang diselenggarakan selama 5 hari:

Tanggal : 30 Maret – 03 April 2009
Tempat : Nagrak SRI Organic Centre (NOSC)
Jenis : Pelatihan Dasar
Asal Peserta : Caritas Czech Republic, Banda Aceh
Jumlah Peserta : 8 Orang
Nama Peserta :
1. Ismul Ridha
2. Muhammad Wali
3. Asep Saipul Malik
4. Masita Januarita
5. Purnama Sari Harahap
6. Zauziah
7. Masriantini
8. Kristianto
Instruktur :
1. Deri Ramdan, SP
2. Dani Mulyana, ST
3. Misnan Mulyadi


Kesimpulan bahwa para peserta cukup antusias dan responnya terhadap materi-materi TOF yang disampaikan cukup baik, sehingga peserta dapat mengetahui, mengerti dan memahami teknis budidaya padi System Of Rice Intensification (SRI) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajement sistem perakaran yang berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air, pemberdayaan petani dan kearifan lokal. Pada akhirnya setelah menikuti proses pembelajaran TOF peserta siap untuk mengaplikasikan metode SRI di lahan usaha taninya masing-masing.

Kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan diberikan sertifikat, Modul SRI OrganiK, Manual Kompos, MOL dan Pestisida Nabati, Kaos, dan CD tentang Budidaya SRI Organik.

Kemudian saran-saran yang ditujukan pada peserta pada pelatihan ini antara lain :

a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI di tingkat lapangan. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System Of Rice Intensification ( SRI ) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan sampai panen.
b. Pelaksanaan pelatihan perlu disesuaikan dengan waktu musim tanam agar dapat langsung diaplikasikan penerapan hasil latihan di tingkat lapangan, sehingga identifikasi dan pertemuan persiapan perlu dlakukan sebelum panen dan pelatihannya dilaksanakan setelah panen.

c. Untuk tanam pertama aplikasi budidaya padi SRI para petani pelu difasilitasi kompos. MOL dan pestisida nabati secara tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat tempat serta jaminan off-take hasil panen dengan harga GKP diatas konvensional.

d. Untuk lebih meningkatkan kemampuan teknis bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan dasar SRI dan telah meng aplikasikan prinsip-prinsip dasar SRI organik di lapangan perlu mengikuti Training Of Trainer (TOT) SRI Organik. Tujuan dari TOT ini adalah untuk menguasai metodologi pelatihan, proses pembelajaran orang dewasa kritis dan teknis Ekologi Tanag dan System Of Rice Intensification

Demikian kami sampaikan deskripsi singkat pelaksanaan pelatihan dasar SRI organik di Nagrak Organic SRI Center (NOSC).

Hormat Kami

Ahmad Jatika
Direktur

LAPORAN PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK DINAS PERTANIAN, PETERNAKAN, DAN PERIKANAN KABUPATEN SINTANG,
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
DI NOSC, Nagrak Sukabumi 03 – 07 Maret 2009

Oleh : Ray Sefdy

Deskripsi Singkat
A. SUMMARY

Pelatihan ini diikuti oleh 26 orang peserta, waktu pelaksanaan pelatihan dimulai dari tanggal 03 – 07 Maret 2009 yang di pandu oleh 2 orang pemandu dari NOSC, bertempat di NOSC, Nagrak Sukabumi. Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat, simulasi, dinamika kelompok dan praktek. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun oleh peserta siap untuk menerapkan metode SRI pada musim tanam berikutnya.

B. KESIMPULAN DAN SARAN

Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai kendala yang dihadapi petani dari daerah tersebut masing-masing antara lain :

a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga panen.
c. Pendampingan oleh tim NOSC sangat diperlukan.

Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami teknis budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air.

Laporan Kegiatan
Tanggal : 03 – 07 Maret 2009
Tempat : NOSC
Jenis : Pelatihan Dasar SRI Organik
Asal Peserta : Kabupaten Sintang, Propinsi Kalimantan Barat
Jumlah Peserta : 26 Orang
Instruktur :
1. Ir. Deri Ramdani
2. Nendi, SP
3. Misnan



FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN SRI ORGANIK SINTANG
NOSC 03– 07 Maret 2009

DAFTAR MATERI PELATIHAN BUDIDAYA PADI SRI ORGANIK
1.Pengantar Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB)
2.Pembelajaran Ekologi Tanah (PET) :
-Pengantar dan praktek Sifat Fisik Tanah
-Pengantar dan praktek Biologi Tanah
-Pengantar dan praktek Kimia Tanah

3.Pembelajaran System Of Rice Intensification (SRI) :
-Gagasan dan Dasar System Of Rice Intensification (SRI)
-Dasar – Dasar Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
-Praktek Proses Dekomposisi, Pembuatan Kompos, MOL dan Pestisida Nabati
-Praktek persemaian dan Tanam SRI
-Kunjungan Lapangan
-Menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL)



Bookmark and Share