Anda berada di halaman EVENTS... Klik dibawah ini untuk EVENTS selanjutnya !


MENUJU SRI ORGANIK INTERNASIONAL
NOSC bekerjasama dengan MAPORINA akan menyelenggarakan "Informal Gathering" yang akan dilaksanakan di NOSC, Cibadak-Sukabumi pada tanggal 19 February 2009. Pertemuan ini akan dihadiri para pakar, peneliti, petani, pengusaha, birokrat, perguruan tinggi dan pihak-pihak yang mendukung percepatan pengembangan usahatani padi sawah methode SRI ORGANIK di Indonesia.

Topik yang dibahas dalam pertemuan ini antara lain:
1. NOSC sebagai "Center of Excellence" dibidang Pertanian Organik oleh DR. Ir. Gatot Ibnusantosa, DEA
2. Dukungan MAPORINA, dalam menghantarkan Indonesia menjadi Pelopor "SRI Organik Internasional" untuk mengembangkan jaringan kominikasi dan informasi sesama pelaku SRI Organik di Dunia oleh DR. Zaenal Soedjais.


PENINGKATAN PRODUKSI PADI NASIONAL DAN PENGURANGAN EMISI GAS METAN DARI PADI SAWAH MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (S.R.I.)
Pemerintah Indonesia melalui Departemen Pertanian melakukan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan beras dalam negeri. Salah satu teknologi yang sangat potensial untuk meningkatkan produksi beras nasional adalah Budidaya Padi System of Rice Intensification (S.R.I). Budidaya Padi S.R.I. telah diadopsi oleh banyak petani di 28 negara (Uphoff, 2004). Budidaya padi yang berasal dari Madagascar ini diperkenalkan pertama kali di Indonesia oleh Prof. Dr Norman Uphoff dari Cornell University, Amerika Serikat tahun 1997. Namun perkembangan Budidaya Padi S.R.I. di Indonesia terasa lambat. ....

TRAINER NOSC KE MALAYSIA - ORGANIC SRI, GO INTERNATIONAL !
Atas saran Bapak Prof. DR. Iswandi Anas (Head of the Laboratory of Soil Biotechnology Department of Soil Sciences and Land Resources, Faculty of Agriculture, Bogor Agriculturl University (IPB) sepulang Seminar di India (Tamil Nadu Agricultural University, 1 Dec 2008), Ibu Prof. Madya DR. Anizan Binti Isahak (Ahli Majlis (Councillor) Kajang Municipal Councillor) dari Majlis Perbandaraan Kajang / Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) berkunjung ke NOSC Nagrak pada tanggal 16 - 19 Desember 2008 dan beliau sangat terkesan dengan presentasi dan dengan apa yang beliau lihat sendiri di NOSC.

Dengan tekad yang bulat dan penuh keyaninan beliau memutuskan untuk mengundang Trainer NOSC untuk memberikan
latihan dan pendampingan membuka lahan percontohan SRI Organik di Malaysia (For 1 month training: Jan 1 - 31, 2009 (training + management of farm), berikut adalah kesan yang diperoleh selama Pak Deri dan Misnan (Trainer NOSC) di Malaysia :

"Pak Jatika,
Thank you for all that you and Pak Iswandy have done for me. Pak Deri and Misnan have been of tremendous help toward the realisation of my SRI project Malaysia. Without them, I feel I am pretty much helpless and would not know where to start. They taught me many things and I still have plenty to learn from them. The training which was held on 31 Jan and 1 Feb went well. The participants went home happy and wanting more. My wish is for them to be able to come again but I don't have anymore funding for their travel. Their visit here has also given a new breath to the organic farming community here, scientists, extension officers and entrepreneurs alike.

I realise that I may have overworked them and truly feel awful inside. My oversight is due to the fact that I hardly have any experience in conducting a farm experiment. Initially MARDI was supposed to help me with labour supply. Labour is very difficult here in Malaysia."

Salam,
Prof. Madya DR. Anizan Binti Isahak
(Ahli Majlis (Councillor) Kajang Municipal Councillor)

Berikut Jadwal Kegiatan selama di MALAYSIA:
23 Disember: Land clearing and first levelling for Beranang plot (plot-B)
25 Disember: First Land levelling and bunding for Tanjong Karang plot (plot - TK)
30 Disember: Preparation of nursery: seed preparation
31 Disember: Preparation of nursery: planting seeds on nursery trays
(Nursery Day1)
2 January: Deri and Misnan arrives (Nursery Day3)
3 January: Land preparation (construction of drains,levelling (Nursery Day4)
5 January: Transplanting of seedlings
15 January: First weeding
25 January: Second weeding
27 January: SRI SOFT LAUNCH (Tuesday)
28-29 January: Organik SRI training course
31 January: Deri and Misnan leaves for Jakarta


Prof. Madya DR. Anizan Binti Isahak berserta TIM NOSC sedang berdiskusi
intensif mengenai Pertanian SRI Organik yang akan diterapkan di
MALAYSIA

PESERTA PELATIHAN SRI ORGANIK KALIMANTAN TIMUR
(KAB. KUTAI KERTANEGARA - TENGGARONG)

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Kutai Kertanegara Tenggarong Diselenggarakan pada tanggal 19 - 23 Januari 2009 di NAGRAK ORGANIC SRI CENTER dalam rangka mensukseskan KALIMANTAN TIMUR menuju Pertanian SRI ORGANIK.

Kami Ucapkan TERIMA KASIH atas partisipasinya dalam mensukseskan Pertanian SRI ORGANIK menuju KEMANDIRIAN NASIONAL kepada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Kutai Kertanegara Tenggarong Kalimantan Timur. Kami Harapkan Dinas - Dinas PERTANIAN terkait seluruh Propinsi dan Kabupaten di INDONESIA mengikuti JEJAK langkah mencerdaskan Petani - Petani lokal seperti apa yang dikerjakan Pemkot Kab. Kutai Kertanegara Tenggarong.

SIAP SWASEMBADA PANGAN - KEDAULATAN PANGAN - TIDAK PERLU IMPOR BERAS - MENYEHATKAN MAKANAN POKOK KITA ! SAATNYA, IKUTI JEJAK LANGKAH MEREKA SEKARANG - JANGAN RAGU - TINGGALKAN POLA KONVENSIONAL !

PROGRESS NOSC PERIODE TAHUN 2007 - 2008
Telah menyelenggarakan Pelatihan Dasar, Training Of Trainers-System of Rice Intensifications (TOT-SRI) Organik, Pendampingan, Kajian dan Konsultasi Agribisnis:

  1. Swadaya petani Nagrak, Sukabumi.
  2. Praktek SRI Organik kerjasama dg Balai Irigasi Dep. PU, Ditjen PLA, Deptan, dan Dit. Pengelolaan Lahan.
  3. Pelatihan SRI Organik kerjasama dg Medco Foundation, NGO-IOM, OXFAM, Food for Hungry International (FHI), DISIMP- Nippon Koei, BBWSMS Lampung, KIP Kampar-Riau dan Dinas Pertanian Kalbar.
  4. Panen SRI Organik di Cianjur, Jawa Barat oleh Bpk. Presiden SBY kerjasama dg Medco, YAOS, Deptan, PU dan DPKLTS.
  5. Workshop SRI Organik dihadiri 100 peserta bersama tokoh SRI Dunia Prof. Norman Uphoff dari Cornel University AS.
  6. Kajian gas methan pada budidaya padi SRI Organik kerjasama dengan Ina SRI IPB.
  7. Pelatihan dan Konsultasi Agribisnis SRI Organik dengan swadaya masyarakat pengusaha pertanian Organik.

KUNJUNGAN PROF. NORMAN UPHOFF
(CORNELL UNIVERSITY)

Untuk memperoleh informasi dan pengalaman dalam pengembangan usahatani System of Rice Intensification (SRI) serta melakukan evaluasi hasil penerapan pengembangan usahatani SRI ditinjau dari beberapa aspek, maka pada kesempatan kunjungan Prof. Norman Uphoff seorang tokoh SRI Dunia dari Cornel University, dan atas dukungan Mr. Suichi Sato, Yayasan Organik SRI telah menyelenggarakan Workshop Pengembangan SRI Organik yang dilaksanakan pada tanggal 16 s/d 17 Januari 2008 di Nagrak Organic SRI Center. Kegiatan ini diikuti oleh:

  1. Petani pelaku SRI organik,
  2. Masyarakat Pertanian Organik (MAPORINA),
  3. Dewan Pemerhati Kehutanan,
  4. Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS),
  5. Perguruan Tinggi (IPB, UNPAD, ITB),
  6. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dit. Pengelolaan Lahan Deptan, Dep. PU, NGO dan Pemerintah Daerah setempat, serta pada tanggal 18 Januari 2008 Prof. Norman Uphoff melakukan kegiatan kunjungan lapangan dan diskusi terbatas dengan petani dan Yayasan Aliksa Organik SRI di Kota Depok.

Ini adalah beberapa foto-foto kegiatan kami bersama Prof. Norman Uphoff, silahkan klik ini. <---

LAPORAN PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK CICALENGKA, JAWA BARAT
PERIODE 28 JAN - 02 FEB 2008

Oleh : Reza Afriansyah

Deskripsi Singkat
A. SUMMARY

Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta, terdiri dari 26 orang pria dan 4 orang wanita. Waktu pelaksanaan pelatihan dimulai dari tanggal 28 Jan – 2 Feb 2008 yang di pandu oleh 3 orang trainer dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS). Bertempat di Gedung Local Education Centre, Kec. Cicalengka, Kab. Bandung. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun, peserta siap untuk menerapkan metode SRI Organik pada musim tanam April-September ini.

B. KESIMPULAN DAN SARAN

Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai kendala yang dihadapi petani dari daerah tersebut masing-masing antara lain :
a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga panen.
c. Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang ditunjuk Medco Foundation selama aplikasi di lapangan selama 1 musim tanam.

Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami teknis budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air.

Laporan Kegiatan Pelatihan SRI ORGANIK CICALENGKA
Tanggal : 28 Jan – 2 Feb 2008
Tempat : Local Education Centre (LEC) Cicalengka.
Jenis : Pelatihan Dasar di Daerah
Asal Peserta : Cicalengka, Klaten & Sumedang
Jumlah Peserta : 30 Orang

Tim Aliksa:
1. Wahyudin
2. Atma Agus Hermawan
3. Dani Muliana

PESERTA PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK CICALENGKA
28 Jan – 2 Feb 2008

LAPORAN PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK BOGOR
CIGUDEG 20 - 25 JANUARY 2008
Oleh: Reza Afriansyah

Deskripsi Singkat
A. SUMMARY

Pelatihan ini diikuti oleh 31 orang peserta, terdiri dari 26 orang pria dan 5 orang wanita. Waktu pelaksanaan pelatihan dimulai dari tanggal 20 – 25 Januari 2008 yang di pandu oleh 3 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS), dan 3 orang dari Tim Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) hasil pelatihan TOT SRI Organik, bertempat di Sekretariat P4S Desa Mekar Jaya Kec. Cigudeg Kab. Bogor. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun, peserta siap untuk menerapkan metode SRI Organik seluas 7.27 ha pada musim tanam April-September ini.

B. KESIMPULAN DAN SARAN

Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai kendala yang dihadapi petani dari daerah tersebut masing-masing antara lain :

a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga panen.
c. Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang ditunjuk Medco Foundation selama aplikasi di lapangan selama 1 musim tanam.

Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami teknis budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air.

Pelatihan SRI ORGANIK BOGOR
Tanggal : 20 – 25 Januari 2008
Tempat : P4S Ds. Mekar Jaya Kec. Cigudeg Kab. Bogor
Jenis : Pelatihan Dasar di Daerah
Asal Peserta : Bogor
Jumlah Peserta : 31 Orang
Tim Aliksa:
1. Sutarmin Kasnawi
2. Koko Komamin
3. Atma Agus Hermawan

LAPORAN PELATIHAN TOT SRI ORGANIK NGAWI, JAWA TENGAH
NAGRAK 06 - 11 AGUST 2007
Oleh: Reza Afriansyah

Deskripsi Singkat

Training Of Trainer (TOT) budidaya padi SRI organik bertujuan mempersiapkan tenaga pelatihan SRI di tingkat lapangan. Pelatihan diselenggarakan selama 6 hari mulai tanggal 6 – 11 Agustus 2007, peserta TOT di utamakan bagi petugas lapangan atau petani yang telah mengikuti pelatihan dasar SRI dan telah menerapkan metode ini selama minimal 1 Musim Tanam. TOT ini diikuti oleh 19 orang peserta dari Ngawi, Madiun, Magetan, Ciamis dan Jakarta. Pelatihan ini dipandu oleh 4 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS). Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat, simulasi, dinamika kelompok dan praktek. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun oleh peserta siap menjadi pemandu di daerahnya masing-masing yaitu di Ngawi 70 hektar (150 petani), Madiun 20 hektar (50 petani) dan Magetan 10 hektar (30 petani) pada musim tanam Ok-mar ini. Kendala yang mereka hadapi adalah musim kemarau panjang dimana kuantitas air di sungai sebagai sumber air sudah mulai kering sehingga pengairan pada musim tanam ini sangat tergantung kepada air hujan.

Kesimpulan yang didapat dari pelatihan ini adalah bahwa tanggapan para peserta/petani terhadap materi-materi TOT yang disampaikan cukup baik, sehingga peserta dapat mengetahui, mengerti dan memahami teknis budidaya padi System Of Rice Intensification (SRI) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajement sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air. Pada akhirnya dari hasil penilaian para pemandu terhadap kemampuan mempresentasikan hasil proses pembelajaran TOT peserta siap untuk memberikan pelatihan dasar metode SRI di tingkat lapangan di daerahnya masing-masing.
Saran yang dapat diberikan pada peserta sebagai solusi atas permasalahan mereka adalah adanya manajemen pengairan yang efisien dan efektif sehingga mampu membentuk suatu infrasturktur pengairan yang cukup baik untuk mengatasi masalah kelangkaan air pada musim kemarau panjang. Mengingat metode SRI adalah metode pertanian yang hemat air, maka diperlukan usaha yang tidak begitu sulit dari segi pelaksanaan dan dengan sendirinya memakan biaya yang relatif kecil.

Laporan Kegiatan
Tanggal : 6 – 11 Agustus 2007
Tempat : Nagrak SRI Organic Centre
Jenis : Training of Trainer (TOT)
Asal Peserta : Ngawi
Jumlah Peserta : 19 Orang
Instruktur :
1. Deri Ramdan
2. Nanang Mulyana
3. Alik Sutaryat
4. Atma Agus H.

FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN TOT SRI ORGANIK NGAWI, JAWA TENGAH
NAGRAK 06 – 11 Agustus 2007

LAPORAN PELATIHAN TOT SRI ORGANIK NAGAN RAYA - D.I. ACEH
NAGRAK 13 - 18 AGUST 2007
Oleh: Reza Afriansyah

Deskripsi Singkat

Training Of Trainer (TOT) budidaya padi SRI organik adalah suatu pelatihan dalam rangka mempersiapkan tenaga pelatihan SRI di tingkat lapangan yang diselenggarakan selama 6 hari mulai tanggal 13 – 18 Agustus 2007, sebagai peserta TOT di utamakan bagi petugas lapangan atau petani yang telah mengikuti pelatihan dasar SRI dan telah menerapkan metode ini selama 1 Musim Tanam. TOT ini diikuti oleh 30 orang peserta dari Nagan Raya, Nanggro Aceh Darusalam. TOT ini dipandu oleh 4 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS). Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat, simulasi, dinamika kelompok dan praktek. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun oleh peserta siap menjadi pemandu di daerahnya masing-masing yaitu untuk mengembangkan SRI seluas 400 ha di Nagan Raya, NAD pada musim tanam Ok-mar ini. Kendala saat ini adalah kurangnya saluran drainase umumnya pada musim hujan sehingga lahan menjadi tergenang. Potensi lahan untuk pengembangan SRI ini cukup luas akan tetapi kekurangan SDM penggarapnya.

Kesimpulan yang didapat dari pelatihan ini adalah bahwa tanggapan para peserta/petani terhadap materi-materi TOT yang disampaikan cukup baik, sehingga peserta dapat mengetahui, mengerti dan memahami teknis budidaya padi System Of Rice Intensification (SRI) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajement sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air. Pada akhirnya dari hasil penilaian para pemandu terhadap kemampuan mempresentasikan hasil proses pembelajaran TOT peserta siap untuk memberikan pelatihan dasar metode SRI di tingkat lapangan di daerahnya masing-masing.

Dengan demikian saran yang muncul untuk mengatasi permasalahan petani dari daerah Nagan Raya ini adalah diperlukan adanya koordinasi yang baik dengan pemerintah setempat khususnya pihak PU agar segera dibangun saluran drainase dan untuk mengatasi kelangkaan SDM petani, jika dimungkinkan didatangkan petani penggarap dari daerah lain.

Laporan Kegiatan
Tanggal : 13 – 18 Agustus 2007
Tempat : Nagrak SRI Organic Centre
Jenis : Training of Trainer (TOT)
Asal Peserta : Nagan Raya - Aceh
Jumlah Peserta : 30 Orang
Instruktur :
1. Alik Sutaryat
2. Deri Ramdani
3. Nanang Mulyana
4. Koko

FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN TOT SRI ORGANIK NAGAN RAYA, DI ACEH
NAGRAK 13 – 18 Agustus 2007

LAPORAN PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK DPKLTS JAWA BARAT
MALEBER 01 - 06 OKT 2007 & 01 - 06 SEPT 2007
Oleh : Reza Afriansyah

Deskripsi Singkat
A. SUMMARY

Pelatihan ini diikuti oleh 57 orang peserta yang berasal dari Propinsi Jawa Barat, waktu pelaksanaan pelatihan dimulai dari tanggal 01-06 Oktober 2007 dan terbagi atas 2 kelas yaitu kelas A dan kelas B yang di pandu oleh 5 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS), bertempat di Wisma Maleber Cipanas Jawa Barat, peserta TOT di utamakan adalah anggota kelompok tani hamparan pada lahan sawah yang beririgasi baik sebagai petani pemilik maupun petani penggarap yang bersedia mengikuti pelatihan dan yang telah mengikuti pelatihan dasar sebelumnya. Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat, simulasi, dinamika kelompok dan praktek. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun oleh peserta siap untuk menerapkan metode SRI seluas 5 Ha. pada musim tanam Okmar ini. Kendala saat ini terutama adalah masalah irigasi maka di perlukan pompa air drainase sehingga perlu mengatur masalah waktu yang tepat untuk pengolahan tanah dan tanam, air cukup tersedia hanya saja petani disini mengharapkan adanya bantuan dana penuh untuk percontohan budidaya padi metoe SRI ini mulai dari biaya pengolahan, pupuk, pemeliharaan hingga panen.

B. KESIMPULAN DAN SARAN
Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai kendala yang dihadapi petani dari daerah tersebut masing-masing antara lain :
a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga panen.
c. Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang ditunjuk Medco selama aplikasi di lapangan selama 1 Musim Tanam.
d. Untuk tanam pertama aplikasi budidaya padi SRI perlu difasilitasi kompos, MOL dan pestisida nabati harus yang tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat tempat serta jaminan off-take hasil panen dengan harga GKP diatas konvensional.

Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami teknis budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air. Pada akhirnya setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta siap untuk mengaplikasikan metode SRI di lahan usaha taninya masing-masing.

Laporan Kegiatan
Tanggal : 01 - 06 Oktober 2007
Tempat : Maleber
Jenis : Pelatihan Trainer (TOT)
Asal Peserta : Jawa Barat (DPKLTS)
Jumlah Peserta : 57 Orang
Instruktur :
1. Nanang Mulyana
2. Sutarmin
3. Koko
4. Alik Sutaryat
5. Dani

FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN TOT SRI ORGANIK JABAR (DPKLTS)
MALEBER 01 - 06 Oktober 2007 & 01 – 06 September 2007

LAPORAN PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK CIANJUR
NAGRAK, 20 - 25 AGUST 2007 'ANGKATAN 1
Oleh: Reza Afriansyah

Deskripsi Singkat

Pelatihan dasar dalam rangka mempersiapkan pelaku SRI di tingkat lapangan diselenggarakan selama 6 hari mulai tanggal 20 – 25 Agustus 2007, sebagai peserta di utamakan adalah anggota kelompok tani hamparan pada lahan sawah beririgasi baik sebagai petani pemilik maupun petani penggarap yang bersedia mengikuti pelatihan, produksi, off-take hasil panen (GKP) dan bersedia di ikat oleh MoU. Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta dari Cianjur. Pelatihan ini dipandu oleh 4 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS). Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat, simulasi, dinamika kelompok dan praktek. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun oleh peserta siap untuk menerapkan metode SRI seluas 8,5 ha pada musim tanam Ok-mar ini. Kendala saat ini adalah musim kemarau sehingga sebagian lahan kekurangan air tetapi sebagian lahan siap tanam pada bulan Oktober ini.

Kesimpulan yang didapat adalah bahwa respon para peserta/petani terhadap materi-materi TOF yang disampaikan cukup baik, sehingga peserta dapat mengetahui, mengerti dan memahami teknis budidaya padi System Of Rice Intensification (SRI) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajement sistem perakaran yang berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air. Pada akhirnya setelah menikuti proses pembelajaran TOF peserta siap untuk mengaplikasikan metode SRI di lahan usaha taninya masing-masing. Kemudian saran-saran yang ditujukan pada peserta pada pelatihan ini antara lain :
a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI di tingkat lapangan. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System Of Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan sampai panen.
b. Pelaksanaan pelatihan perlu disesuaikan dengan waktu musim tanam agar dapat langsung diaplikasikan penerapan hasil latihan di tingkat lapangan, sehingga identifikasi dan pertemuan persiapan perlu dlakukan sebelum panen dan pelatihannya dilaksanakan setelah panen.
c. Untuk tanam pertama aplikasi budidaya padi SRI para petani pelu difasilitasi kompos. MOL dan pestisida nabati secara tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat tempat serta jaminan off-take hasil panen dengan harga GKP diatas konvensional.
d.Adanya pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang ditunjuk Medco selama aplikasi di lapangan selama minimal 1 Musim Tanam.

Laporan Kegiatan
Tanggal : 20 – 25 Agustus 2007
Tempat : Nagrak SRI Organic Centre
Jenis : Pelatihan Dasar (PD)
Asal Peserta : Cianjur (1)
Jumlah Peserta : 30 Orang
Instruktur :
1. Nanang Mulyana
2. Sutarmin
3. Aseng
4. Atma Agus H.

FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK CIANJUR
NAGRAK 20 – 25 Agustus 2007

LAPORAN PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK CIANJUR
MALEBER 27 AGUST - 01 SEPT 2007
Oleh : Reza Afriansyah

Deskripsi Singkat

Training Of Farmer (TOF) budidaya padi SRI organik adalah merupakan pelatihan dasar dalam rangka mempersiapkan pelaku SRI di tingkat lapangan yang diselenggarakan selama 6 hari mulai tanggal 27 Agustus – 01 September 2007, peserta TOF di utamakan adalah anggota kelompok tani hamparan pada lahan sawah beririgasi baik sebagai petani pemilik maupun petani penggarap yang bersedia mengikuti pelatihan, produksi hingga off take hasil panen (GKP) dan bersedia mengisi MoU. Pelatihan ini diikuti oleh 29 orang peserta dari Cianjur, dipandu oleh 4 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS). Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat, simulasi, dinamika kelompok dan praktek. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun oleh peserta siap untuk menerapkan metode SRI seluas 9 ha pada musim tanam Ok-mar ini. Kendala saat ini adalah musim kemarau sehingga sebagian lahan kekurangan air. Karena status lahan ini adalah milik desa, sehingga untuk aplikasi metode SRI ini perlu ada bukti penunjukkan kepada petani penggarap dari Kepala Desa.
Kesimpulan yang didapat adalah bahwa respon para peserta/petani terhadap materi-materi TOF yang disampaikan cukup baik, sehingga peserta dapat mengetahui, mengerti dan memahami teknis budidaya padi System Of Rice Intensification (SRI) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajement sistem perakaran yang berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air. Pada akhirnya setelah menikuti proses pembelajaran TOF peserta siap untuk mengaplikasikan metode SRI di lahan usaha taninya masing-masing. Kemudian saran-saran yang ditujukan pada peserta pada pelatihan ini antara lain :

a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI di tingkat lapangan. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System Of Rice Intensification ( SRI ) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan sampai panen.
b. Pelaksanaan pelatihan perlu disesuaikan dengan waktu musim tanam agar dapat langsung diaplikasikan penerapan hasil latihan di tingkat lapangan, sehingga identifikasi dan pertemuan persiapan perlu dlakukan sebelum panen dan pelatihannya dilaksanakan setelah panen.
c. Untuk tanam pertama aplikasi budidaya padi SRI para petani pelu difasilitasi kompos. MOL dan pestisida nabati secara tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat tempat serta jaminan off-take hasil panen dengan harga GKP diatas konvensional.

Laporan Kegiatan
Tanggal : 27 Agustus – 1 September 2007
Tempat : Maleber
Jenis : Pelatihan Dasar (PD)
Asal Peserta : Cianjur (3)
Jumlah Peserta : 29 Orang
Instruktur :
1. Nanang Mulyana
2. Aseng
3. Koko
4. Nendi

Laporan Kegiatan
Tanggal : 27 Agustus – 1 September 2007
Tempat : Nagrak SRI Organic Centre
Jenis : Pelatihan Dasar (PD)
Asal Peserta : Cianjur (2)
Jumlah Peserta : 31 Orang
Instruktur :
1. Sutarmin
2. Deri Ramdani
3. Atma Agus H.
4. Dani

FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK CIANJUR
MALEBER 27 Agustus – 01 September 2007 ' ANGKATAN 2


FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK CIANJUR
NAGRAK, 27 Agustus – 01 September 2007 ' ANGKATAN 3

LAPORAN PELATIHAN TOT SRI ORGANIK BALI
NAGRAK 01 - 06 OKT 2007
Oleh: Reza Afriansyah

Deskripsi Singkat
A. SUMMARY

Pelatihan ini diikuti oleh 33 orang peserta yang berasal dari Propinsi Bali, waktu pelaksanaan pelatihan dimulai dari tanggal 01-06 Oktober 2007 yang di pandu oleh 5 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS), bertempat di Nagrak SRI Organic Centre, Sukabumi. Peserta TOT di utamakan adalah anggota kelompok tani hamparan pada lahan sawah yang beririgasi baik sebagai petani pemilik maupun petani penggarap yang bersedia mengikuti pelatihan, telah mengikuti pelatihan dasar sebelumnya dan telah menerapkan metode SRI Organik minimal selama 1 musim tanam di daerahnya masing-masing. Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat, simulasi, dinamika kelompok dan praktek. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun oleh peserta siap untuk menerapkan metode SRI pada musim tanam Okmar ini. Kendala pelaksanaan terutama adalah masalah usaha pendekatan ke para petani mengingat masyarakat Bali sangat memegang teguh adat-istiadat mereka termasuk cara bercocok tanam sehingga diperlukan usaha dan waktu yang lebih. Disisi lain pertanian di Bali sudah cukup maju terutama pada sistem pengairan (SUBAK) yang sangat terintegrasi, kelompok tani yang terstruktur rapi dan sebagainya sehingga tidak ditemui masalah lain yang cukup berarti.

B. KESIMPULAN DAN SARAN
Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai kendala yang dihadapi petani dari daerah tersebut masing-masing antara lain :

a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga panen.
c. Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang ditunjuk Medco selama aplikasi di lapangan selama 1 musim tanam.
d. Untuk tanam pertama aplikasi budidaya padi SRI perlu difasilitasi kompos, MOL dan pestisida nabati harus yang tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat tempat serta jaminan off-take hasil panen dengan harga GKP diatas konvensional.

Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami teknis budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air.

Laporan Kegiatan
Tanggal : 01 – 06 Oktober 2007
Tempat : Nagrak SRI Organic Centre
Jenis : Training of Trainer (TOT)
Asal Peserta : Bali
Jumlah Peserta : 33 Orang
Instruktur :
1. Wahyudin
2. Deri Ramdani
3. Atma Agus H.
4. Alik Sutaryat

FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN TOT SRI ORGANIK BALI
NAGRAK 01 – 06 September 2007

LAPORAN PELATIHAN TOT SRI ORGANIK NUSA TENGGARA BARAT
NAGRAK 24 - 29 SEPT 2007
Oleh : Reza Afriansyah

Deskripsi Singkat
A. SUMMARY

Training Of Trainer (TOT) budidaya padi SRI organik bertujuan untuk mempersiapkan tenaga pelatihan SRI di tingkat lapangan (daerah). Pelatihan ini diselenggarakan selama 6 hari mulai tanggal 24–29 September 2007, bertempat di Nagrak, Sukabumi. Prioritas peserta dari pelatihan ini adalah petugas lapangan atau petani yang telah mengikuti pelatihan dasar SRI dan telah menerapkan metode ini selama minimal 1 musim tanam. TOT ini diikuti oleh 34 orang peserta dari Lombok Barat dan Lombok Tengah, Kalbar, Jambi dan Medco. Dipandu oleh 4 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS), didampingi oleh koordinator DISIMP Region Bali, NTB dan NTT. Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat, simulasi, dinamika kelompok dan praktek. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang telah disusun oleh peserta, mereka siap menjadi pemandu di daerahnya masing-masing dalam mengembangkan lahan seluas 700 hektar yang dimulai pada musim tanam Okmar ini. Kendala yang mereka hadapi adalah datangnya musim kemarau panjang dimana kualitas dan kuantitas air di sungai sebagai sumber relatif menurun sehingga musim tanam ini tergantung kepada air hujan. Pelatihan dasar yang telah diikuti sebelumnya oleh peserta dari NTB ini difasilitasi oleh DISIMP – Nippon Koei dimana aplikasi SRI nya di daerah masing-masing masih an-organik.

B. KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan
Respon para peserta/petani terhadap materi-materi TOT yang disampaikan cukup baik, sehingga peserta dapat mengetahui, mengerti dan memahami teknis budidaya padi System Of Rice Intensification (SRI) dengan baik, yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajemen sistem perakaran yang berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air. Pada akhirnya dari hasil penilaian para pemandu terhadap kemampuan mempresentasikan hasil proses pembelajaran TOT peserta cukup baik sehingga mereka dinilai siap untuk memberikan pelatihan dasar metode SRI di tingkat lapangan di daerahnya masing-masing.

2. Saran – Saran
a.Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan pelaksanaan pelatihan dasar dan penerapan budidaya padi System Of Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan tahapan-tahapan sebagai berikut :
• Identifikasi calon lokasi dan petani
• Pertemuan persiapan, koordinasi dan sosialisasi dengan kelompok tani
• Pelatihan yang efektif minimal selama 6 hari
• Pelaksanaan pelatihan perlu disesuaikan dengan waktu musim tanam agar dapat langsung diaplikasikan penerapan hasil latihan di tingkat lapangan
• Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang ditunjuk Medco saat pelatihan dasar dan aplikasi di lapangan selama 1 Musim Tanam
Untuk tanam pertama aplikasi budidaya padi SRI pelu difasilitasi kompos. MOL dan pestisida nabati serta jaminan off taking hasil panen dengan harga GKP diatas konvensional.

Laporan Kegiatan Pelatihan SRI ORGANIK NTB
Tanggal : 24 - 29 September 2007
Tempat : Nagrak
Jenis : Training of Trainers (TOT)
Asal Peserta : NTB
Jumlah Peserta : 34 Orang
Instruktur :
1. Alik Sutaryat
2. Deri Ramdani
3. Nanang Mulyana
4. Koko

FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN TOT SRI ORGANIK NTB
NAGRAK 24 – 29 September 2007

 

LAPORAN PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK KALIMANTAN TENGAH
NAGRAK 03 - 08 SEPT 2007
Oleh : Reza Afriansyah

Deskripsi Singkat

Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari Kabupaten Barito Timur dan Kapuas. Para peserta cukup antusias dalam mengikuti jalannya pelatihan. Perbedaan yang mencolok para petani dari kedua daerah tersebut tergambar dari perbedaan jenis lahan yang selama ini mereka garap. Kapuas identik dengan lahan irigasinya sedangkan Barito Timur sangat identik dengan lahan gambut. Berawal dari perbedaan lahan itulah mereka dihadapkan dengan kendala-kendala yang berbeda pula. Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat, simulasi, dinamika kelompok dan praktek. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun oleh peserta siap untuk menerapkan metode SRI seluas 5 ha bahkan dilapangan bisa lebih pada musim tanam Okmar ini. Kendala saat ini terutama di lahan gambut adalah masalah drainase sehingga perlu ngatur masalah waktu yang tepat untuk pengolahan tanah dan tanam sedangka pada daerah irigasi di Kab.Barito Timur air cukup tersedia hanya saja petani disini mengharapkan adanya bantuan dana penuh untuk percontohan budidaya padi metoe SRI ini mulai dari biaya pengolahan, pupuk, pemeliharaan sampai panen.Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai kendala yang dihadapi petani dari kedua daerah tersebut masing-masing antara lain :

a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System Of Rice Intensification ( SRI ) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga panen.
c. Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang ditunjuk Medco selama aplikasi di lapangan selama 1 Musim Tanam.
d. Untuk tanam pertama aplikasi budidaya padi SRI perlu difasilitasi kompos, MOL dan pestisida nabati harus yang tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat tempat serta jaminan off-take hasil panen dengan harga GKP diatas konvensional.

Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami teknis budidaya padi System Of Rice Intensification ( SRI ) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air. Pada akhirnya setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta siap untuk mengaplikasikan metode SRI di lahan usaha taninya masing-masing.

Laporan Kegiatan Pelatihan SRI ORGANIK
Tanggal : 03 - 08 September 2007
Tempat : Nagrak
Jenis : Pelatihan Dasar (PD)
Asal Peserta : Kalteng
Jumlah Peserta : 30 Orang
Instruktur :
1. Nanang Mulyana
2. Aseng
3. Koko
4. Dani

FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK KALTENG
NAGRAK 03 – 08 September 2007

LAPORAN PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK PAPUA
MERAUKE 01 - 06 NOV 2007
Oleh: Reza Afriansyah

Deskripsi Singkat
A. SUMMARY

Pelatihan ini diikuti oleh 39 orang peserta yang berasal dari Propinsi Papua, waktu pelaksanaan pelatihan dimulai dari tanggal 01-06 November 2007, dipandu oleh 5 orang pelatih dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS), bertempat di Aula Kampung Tanah Miring Kabupaten Merauke, peserta dasar di utamakan adalah anggota kelompok tani hamparan pada lahan sawah yang beririgasi baik, sebagai petani pemilik maupun petani penggarap. Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat, simulasi, dinamika kelompok dan praktek. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun oleh peserta siap untuk menerapkan metode SRI pada musim tanam november ini. Kendala saat ini terutama adalah masalah kekeringan dan banjir pada awal musim hujan sehingga perlu mengatur masalah waktu yang tepat untuk pengolahan tanah dan tanam, air sangat tergantung oleh hujan. Kemudian disini mengharapkan adanya bantuan dana penuh untuk percontohan budidaya padi metoe SRI ini mulai dari biaya pengolahan, pupuk, pemeliharaan hingga panen.

B. KESIMPULAN DAN SARAN

Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai kendala yang dihadapi petani dari daerah tersebut masing-masing antara lain :
a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga panen.
c. Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang ditunjuk Medco selama aplikasi di lapangan selama 1 Musim Tanam.
d. Untuk tanam pertama aplikasi budidaya padi SRI perlu difasilitasi kompos, MOL dan pestisida nabati harus yang tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat tempat serta jaminan off-take hasil panen dengan harga GKP diatas konvensional.

Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami teknis budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air. Pada akhirnya setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta siap untuk mengaplikasikan metode SRI di lahan usaha taninya masing-masing.

Laporan Kegiatan
Tanggal : 01 - 06 November 2007
Tempat : Kantor Desa Tanah Miring Kab.Merauke
Jenis : Pelatihan Dasar
Asal Peserta : Merauke
Jumlah Peserta : 39 Orang
Instruktur :
1. Atma Agus H.
2. Dani Muliana
3. Koko Komamin

FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN SRI ORGANIK PAPUA
MERAUKE 01 – 06 November 2007

LAPORAN PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK DEPOK
NAGRAK 26 NOV - 01 DES 2007 'ANGKATAN 1
Oleh : Reza Afriansyah

Deskripsi Singkat
A. SUMMARY

Pelatihan ini diikuti oleh 28 orang peserta dan 2 orang pendamping yang berasal dari Depok, waktu pelaksanaan pelatihan dimulai dari tanggal 26 November – 1 Desember 2007 yang di pandu oleh 3 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS), bertempat di Nagrak SRI Organic Centre, Sukabumi. Peserta Pelatihan Dasar di utamakan adalah anggota kelompok tani hamparan pada lahan sawah beririgasi baik sebagai petani pemilik maupun petani penggarap yang bersedia untuk beralih dari metode konvensional ke SRI Organik. Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat individu, simulasi, dinamika kelompok dan praktek lapangan. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun oleh peserta siap untuk menerapkan metode SRI seluas 9 ha pada musim tanam Ok-mar ini. Kendala saat ini adalah musim kemarau sehingga sebagian lahan kekurangan air.

B. KESIMPULAN DAN SARAN

Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai kendala yang dihadapi petani dari daerah tersebut masing-masing antara lain :

a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga panen.
c. Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang ditunjuk Medco selama aplikasi di lapangan selama 1 musim tanam.

Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami teknis budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air.
Laporan Kegiatan

Pelatihan SRI ORGANIK DEPOK 1
Tanggal : 26 November – 01 Desember 2007
Tempat : Nagrak SRI Organic Centre
Jenis : Training of Farmer (TOF)
Asal Peserta : Depok
Jumlah Peserta : 28 Orang
Instruktur :
1. Wahyudin
2. Deri Ramdani
3. Nanang

LAPORAN PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK DEPOK
MALEBER 29 NOV - 04 DES 2007 'ANGKATAN 2
Oleh : Reza Afriansyah

Deskripsi Singkat
A. SUMMARY

Pelatihan ini diikuti oleh 26 orang peserta, waktu pelaksanaan pelatihan dimulai dari tanggal 29 November – 4 Desember 2007 yang di pandu oleh 3 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS), bertempat di Wisma Maleber, Cianjur. Peserta Pelatihan Dasar di utamakan adalah anggota kelompok tani hamparan pada lahan sawah beririgasi baik sebagai petani pemilik maupun petani penggarap yang bersedia untuk beralih dari metode konvensional ke SRI Organik. Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat individu, simulasi, dinamika kelompok dan praktek lapangan. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun oleh peserta siap untuk menerapkan metode SRI seluas 10 ha pada musim tanam Ok-mar ini.

B. KESIMPULAN DAN SARAN

Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai kendala yang dihadapi petani dari daerah tersebut masing-masing antara lain :

a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga panen.
c. Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang ditunjuk Medco Foundation selama aplikasi di lapangan selama 1 musim tanam.

Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami teknis budidaya padi System of Rice Intensification (SRI) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air.

Laporan Kegiatan
Tanggal : 29 November – 04 Desember 2007
Tempat : Wisma Maleber, Cianjur
Jenis : Training of Farmer (TOF)
Asal Peserta : Depok
Jumlah Peserta : 26 Orang
Instruktur :
1. Alik Sutaryat
2. Dani Muliana
3. Koko




Bookmark and Share