B.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai
kendala yang dihadapi petani dari daerah tersebut masing-masing
antara lain :
a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk memberikan
dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System of Rice
Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip
dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan
kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga panen.
c. Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang
ditunjuk Medco Foundation selama aplikasi di lapangan selama
1 musim tanam.
Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para
peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan
cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami
teknis budidaya padi System of Rice Intensification (SRI)
yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal
untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan
proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan
tanah, tanaman dan air.
Laporan Kegiatan Pelatihan SRI ORGANIK CICALENGKA
Tanggal : 28 Jan – 2 Feb 2008
Tempat : Local Education Centre (LEC) Cicalengka.
Jenis : Pelatihan Dasar di Daerah
Asal Peserta : Cicalengka, Klaten & Sumedang
Jumlah Peserta : 30 Orang
Tim Aliksa:
1. Wahyudin
2. Atma Agus Hermawan
3. Dani Muliana
PESERTA PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK CICALENGKA
28 Jan – 2 Feb 2008

LAPORAN PELATIHAN DASAR
SRI ORGANIK BOGOR
CIGUDEG 20 - 25 JANUARY 2008
Oleh: Reza Afriansyah
Deskripsi Singkat
A. SUMMARY
Pelatihan ini diikuti oleh 31 orang peserta, terdiri dari
26 orang pria dan 5 orang wanita. Waktu pelaksanaan pelatihan
dimulai dari tanggal 20 – 25 Januari 2008 yang di
pandu oleh 3 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik SRI
(YAOS), dan 3 orang dari Tim Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan
Swadaya (P4S) hasil pelatihan TOT SRI Organik, bertempat
di Sekretariat P4S Desa Mekar Jaya Kec. Cigudeg Kab. Bogor.
Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun, peserta
siap untuk menerapkan metode SRI Organik seluas 7.27 ha
pada musim tanam April-September ini.
B. KESIMPULAN DAN SARAN
Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai
kendala yang dihadapi petani dari daerah tersebut masing-masing
antara lain :
a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk
memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI
di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System of
Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip
dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan
kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga
panen.
c. Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang
ditunjuk Medco Foundation selama aplikasi di lapangan selama
1 musim tanam.
Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para
peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan
cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami
teknis budidaya padi System of Rice Intensification (SRI)
yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal
untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan
proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan
tanah, tanaman dan air.
Pelatihan SRI ORGANIK BOGOR
Tanggal : 20 – 25 Januari 2008
Tempat : P4S Ds. Mekar Jaya Kec. Cigudeg Kab. Bogor
Jenis : Pelatihan Dasar di Daerah
Asal Peserta : Bogor
Jumlah Peserta : 31 Orang
Tim Aliksa:
1. Sutarmin Kasnawi
2. Koko Komamin
3. Atma Agus Hermawan

LAPORAN PELATIHAN TOT
SRI ORGANIK NGAWI, JAWA TENGAH
NAGRAK 06 - 11 AGUST 2007
Oleh: Reza Afriansyah
Deskripsi Singkat
Training Of Trainer (TOT) budidaya padi SRI organik bertujuan
mempersiapkan tenaga pelatihan SRI di tingkat lapangan.
Pelatihan diselenggarakan selama 6 hari mulai tanggal 6
– 11 Agustus 2007, peserta TOT di utamakan bagi petugas
lapangan atau petani yang telah mengikuti pelatihan dasar
SRI dan telah menerapkan metode ini selama minimal 1 Musim
Tanam. TOT ini diikuti oleh 19 orang peserta dari Ngawi,
Madiun, Magetan, Ciamis dan Jakarta. Pelatihan ini dipandu
oleh 4 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS).
Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti
dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan
melalui presentasi, curah pendapat, simulasi, dinamika kelompok
dan praktek. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun
oleh peserta siap menjadi pemandu di daerahnya masing-masing
yaitu di Ngawi 70 hektar (150 petani), Madiun 20 hektar
(50 petani) dan Magetan 10 hektar (30 petani) pada musim
tanam Ok-mar ini. Kendala yang mereka hadapi adalah musim
kemarau panjang dimana kuantitas air di sungai sebagai sumber
air sudah mulai kering sehingga pengairan pada musim tanam
ini sangat tergantung kepada air hujan.
Kesimpulan yang didapat dari pelatihan ini adalah bahwa
tanggapan para peserta/petani terhadap materi-materi TOT
yang disampaikan cukup baik, sehingga peserta dapat mengetahui,
mengerti dan memahami teknis budidaya padi System Of Rice
Intensification (SRI) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya
lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif
dan efisien dengan proses manajement sistem perakaran dengan
berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air. Pada akhirnya
dari hasil penilaian para pemandu terhadap kemampuan mempresentasikan
hasil proses pembelajaran TOT peserta siap untuk memberikan
pelatihan dasar metode SRI di tingkat lapangan di daerahnya
masing-masing.
Saran yang dapat diberikan pada peserta sebagai solusi atas
permasalahan mereka adalah adanya manajemen pengairan yang
efisien dan efektif sehingga mampu membentuk suatu infrasturktur
pengairan yang cukup baik untuk mengatasi masalah kelangkaan
air pada musim kemarau panjang. Mengingat metode SRI adalah
metode pertanian yang hemat air, maka diperlukan usaha yang
tidak begitu sulit dari segi pelaksanaan dan dengan sendirinya
memakan biaya yang relatif kecil.
Laporan Kegiatan
Tanggal : 6 – 11 Agustus 2007
Tempat : Nagrak SRI Organic Centre
Jenis : Training of Trainer (TOT)
Asal Peserta : Ngawi
Jumlah Peserta : 19 Orang
Instruktur :
1. Deri Ramdan
2. Nanang Mulyana
3. Alik Sutaryat
4. Atma Agus H.
FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN TOT SRI
ORGANIK NGAWI, JAWA TENGAH
NAGRAK 06 – 11 Agustus 2007


LAPORAN PELATIHAN TOT
SRI ORGANIK NAGAN RAYA - D.I. ACEH
NAGRAK 13 - 18 AGUST 2007
Oleh: Reza Afriansyah
Deskripsi Singkat
Training Of Trainer (TOT) budidaya padi SRI organik adalah
suatu pelatihan dalam rangka mempersiapkan tenaga pelatihan
SRI di tingkat lapangan yang diselenggarakan selama 6 hari
mulai tanggal 13 – 18 Agustus 2007, sebagai peserta
TOT di utamakan bagi petugas lapangan atau petani yang telah
mengikuti pelatihan dasar SRI dan telah menerapkan metode
ini selama 1 Musim Tanam. TOT ini diikuti oleh 30 orang
peserta dari Nagan Raya, Nanggro Aceh Darusalam. TOT ini
dipandu oleh 4 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik
SRI (YAOS). Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui,
mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik
yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat, simulasi,
dinamika kelompok dan praktek. Sesuai Rencana Tindak Lanjut
(RTL) yang disusun oleh peserta siap menjadi pemandu di
daerahnya masing-masing yaitu untuk mengembangkan SRI seluas
400 ha di Nagan Raya, NAD pada musim tanam Ok-mar ini. Kendala
saat ini adalah kurangnya saluran drainase umumnya pada
musim hujan sehingga lahan menjadi tergenang. Potensi lahan
untuk pengembangan SRI ini cukup luas akan tetapi kekurangan
SDM penggarapnya.
Kesimpulan yang didapat dari pelatihan ini adalah bahwa
tanggapan para peserta/petani terhadap materi-materi TOT
yang disampaikan cukup baik, sehingga peserta dapat mengetahui,
mengerti dan memahami teknis budidaya padi System Of Rice
Intensification (SRI) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya
lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi yang intensif
dan efisien dengan proses manajement sistem perakaran dengan
berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air. Pada akhirnya
dari hasil penilaian para pemandu terhadap kemampuan mempresentasikan
hasil proses pembelajaran TOT peserta siap untuk memberikan
pelatihan dasar metode SRI di tingkat lapangan di daerahnya
masing-masing.
Dengan demikian saran yang muncul untuk mengatasi permasalahan
petani dari daerah Nagan Raya ini adalah diperlukan adanya
koordinasi yang baik dengan pemerintah setempat khususnya
pihak PU agar segera dibangun saluran drainase dan untuk
mengatasi kelangkaan SDM petani, jika dimungkinkan didatangkan
petani penggarap dari daerah lain.
Laporan Kegiatan
Tanggal : 13 – 18 Agustus 2007
Tempat : Nagrak SRI Organic Centre
Jenis : Training of Trainer (TOT)
Asal Peserta : Nagan Raya - Aceh
Jumlah Peserta : 30 Orang
Instruktur :
1. Alik Sutaryat
2. Deri Ramdani
3. Nanang Mulyana
4. Koko
FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN TOT SRI
ORGANIK NAGAN RAYA, DI ACEH
NAGRAK 13 – 18 Agustus 2007


LAPORAN PELATIHAN DASAR
SRI ORGANIK DPKLTS JAWA BARAT
MALEBER 01 - 06 OKT 2007 & 01 -
06 SEPT 2007
Oleh : Reza Afriansyah
Deskripsi Singkat
A. SUMMARY
Pelatihan ini diikuti oleh 57 orang peserta yang berasal
dari Propinsi Jawa Barat, waktu pelaksanaan pelatihan dimulai
dari tanggal 01-06 Oktober 2007 dan terbagi atas 2 kelas
yaitu kelas A dan kelas B yang di pandu oleh 5 orang pemandu
dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS), bertempat di Wisma
Maleber Cipanas Jawa Barat, peserta TOT di utamakan adalah
anggota kelompok tani hamparan pada lahan sawah yang beririgasi
baik sebagai petani pemilik maupun petani penggarap yang
bersedia mengikuti pelatihan dan yang telah mengikuti pelatihan
dasar sebelumnya. Para peserta cukup antusias sehingga dapat
mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan
baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat,
simulasi, dinamika kelompok dan praktek. Sesuai Rencana
Tindak Lanjut (RTL) yang disusun oleh peserta siap untuk
menerapkan metode SRI seluas 5 Ha. pada musim tanam Okmar
ini. Kendala saat ini terutama adalah masalah irigasi maka
di perlukan pompa air drainase sehingga perlu mengatur masalah
waktu yang tepat untuk pengolahan tanah dan tanam, air cukup
tersedia hanya saja petani disini mengharapkan adanya bantuan
dana penuh untuk percontohan budidaya padi metoe SRI ini
mulai dari biaya pengolahan, pupuk, pemeliharaan hingga
panen.
B. KESIMPULAN DAN SARAN
Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai
kendala yang dihadapi petani dari daerah tersebut masing-masing
antara lain :
a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk
memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI
di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System of
Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip
dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan
kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga
panen.
c. Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang
ditunjuk Medco selama aplikasi di lapangan selama 1 Musim
Tanam.
d. Untuk tanam pertama aplikasi budidaya padi SRI perlu
difasilitasi kompos, MOL dan pestisida nabati harus yang
tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat tempat
serta jaminan off-take hasil panen dengan harga GKP diatas
konvensional.
Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para
peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan
cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami
teknis budidaya padi System of Rice Intensification (SRI)
yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal
untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan
proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan
tanah, tanaman dan air. Pada akhirnya setelah mengikuti
proses pembelajaran, peserta siap untuk mengaplikasikan
metode SRI di lahan usaha taninya masing-masing.
Laporan Kegiatan
Tanggal : 01 - 06 Oktober 2007
Tempat : Maleber
Jenis : Pelatihan Trainer (TOT)
Asal Peserta : Jawa Barat (DPKLTS)
Jumlah Peserta : 57 Orang
Instruktur :
1. Nanang Mulyana
2. Sutarmin
3. Koko
4. Alik Sutaryat
5. Dani
FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN TOT SRI
ORGANIK JABAR (DPKLTS)
MALEBER 01 - 06 Oktober 2007 & 01 – 06 September
2007

LAPORAN PELATIHAN DASAR
SRI ORGANIK CIANJUR
NAGRAK, 20 - 25 AGUST 2007 'ANGKATAN
1
Oleh: Reza Afriansyah
Deskripsi Singkat
Pelatihan dasar dalam rangka mempersiapkan pelaku SRI di
tingkat lapangan diselenggarakan selama 6 hari mulai tanggal
20 – 25 Agustus 2007, sebagai peserta di utamakan
adalah anggota kelompok tani hamparan pada lahan sawah beririgasi
baik sebagai petani pemilik maupun petani penggarap yang
bersedia mengikuti pelatihan, produksi, off-take hasil panen
(GKP) dan bersedia di ikat oleh MoU. Pelatihan ini diikuti
oleh 30 orang peserta dari Cianjur. Pelatihan ini dipandu
oleh 4 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS).
Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti
dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan
melalui presentasi, curah pendapat, simulasi, dinamika kelompok
dan praktek. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun
oleh peserta siap untuk menerapkan metode SRI seluas 8,5
ha pada musim tanam Ok-mar ini. Kendala saat ini adalah
musim kemarau sehingga sebagian lahan kekurangan air tetapi
sebagian lahan siap tanam pada bulan Oktober ini.
Kesimpulan yang didapat adalah bahwa respon para peserta/petani
terhadap materi-materi TOF yang disampaikan cukup baik,
sehingga peserta dapat mengetahui, mengerti dan memahami
teknis budidaya padi System Of Rice Intensification (SRI)
yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal
untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan
proses manajement sistem perakaran yang berbasis pada pengolahan
tanah, tanaman dan air. Pada akhirnya setelah menikuti proses
pembelajaran TOF peserta siap untuk mengaplikasikan metode
SRI di lahan usaha taninya masing-masing. Kemudian saran-saran
yang ditujukan pada peserta pada pelatihan ini antara lain
:
a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk
memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI
di tingkat lapangan. Untuk keberhasilan penerapan budidaya
padi System Of Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan
prinsip-prinsip dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan
tanah, penaburan kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan
sampai panen.
b. Pelaksanaan pelatihan perlu disesuaikan dengan waktu
musim tanam agar dapat langsung diaplikasikan penerapan
hasil latihan di tingkat lapangan, sehingga identifikasi
dan pertemuan persiapan perlu dlakukan sebelum panen dan
pelatihannya dilaksanakan setelah panen.
c. Untuk tanam pertama aplikasi budidaya padi SRI para petani
pelu difasilitasi kompos. MOL dan pestisida nabati secara
tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat tempat
serta jaminan off-take hasil panen dengan harga GKP diatas
konvensional.
d.Adanya pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak
yang ditunjuk Medco selama aplikasi di lapangan selama minimal
1 Musim Tanam.
Laporan Kegiatan
Tanggal : 20 – 25 Agustus 2007
Tempat : Nagrak SRI Organic Centre
Jenis : Pelatihan Dasar (PD)
Asal Peserta : Cianjur (1)
Jumlah Peserta : 30 Orang
Instruktur :
1. Nanang Mulyana
2. Sutarmin
3. Aseng
4. Atma Agus H.
FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN DASAR SRI
ORGANIK CIANJUR
NAGRAK 20 – 25 Agustus 2007

LAPORAN PELATIHAN DASAR
SRI ORGANIK CIANJUR
MALEBER 27 AGUST - 01 SEPT 2007
Oleh : Reza Afriansyah
Deskripsi Singkat
Training Of Farmer (TOF) budidaya padi SRI organik adalah
merupakan pelatihan dasar dalam rangka mempersiapkan pelaku
SRI di tingkat lapangan yang diselenggarakan selama 6 hari
mulai tanggal 27 Agustus – 01 September 2007, peserta
TOF di utamakan adalah anggota kelompok tani hamparan pada
lahan sawah beririgasi baik sebagai petani pemilik maupun
petani penggarap yang bersedia mengikuti pelatihan, produksi
hingga off take hasil panen (GKP) dan bersedia mengisi MoU.
Pelatihan ini diikuti oleh 29 orang peserta dari Cianjur,
dipandu oleh 4 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik
SRI (YAOS). Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui,
mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik
yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat, simulasi,
dinamika kelompok dan praktek. Sesuai Rencana Tindak Lanjut
(RTL) yang disusun oleh peserta siap untuk menerapkan metode
SRI seluas 9 ha pada musim tanam Ok-mar ini. Kendala saat
ini adalah musim kemarau sehingga sebagian lahan kekurangan
air. Karena status lahan ini adalah milik desa, sehingga
untuk aplikasi metode SRI ini perlu ada bukti penunjukkan
kepada petani penggarap dari Kepala Desa.
Kesimpulan yang didapat adalah bahwa respon para peserta/petani
terhadap materi-materi TOF yang disampaikan cukup baik,
sehingga peserta dapat mengetahui, mengerti dan memahami
teknis budidaya padi System Of Rice Intensification (SRI)
yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal
untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan
proses manajement sistem perakaran yang berbasis pada pengolahan
tanah, tanaman dan air. Pada akhirnya setelah menikuti proses
pembelajaran TOF peserta siap untuk mengaplikasikan metode
SRI di lahan usaha taninya masing-masing. Kemudian saran-saran
yang ditujukan pada peserta pada pelatihan ini antara lain
:
a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk
memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI
di tingkat lapangan. Untuk keberhasilan penerapan budidaya
padi System Of Rice Intensification ( SRI ) ini perlu dilakukan
prinsip-prinsip dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan
tanah, penaburan kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan
sampai panen.
b. Pelaksanaan pelatihan perlu disesuaikan dengan waktu
musim tanam agar dapat langsung diaplikasikan penerapan
hasil latihan di tingkat lapangan, sehingga identifikasi
dan pertemuan persiapan perlu dlakukan sebelum panen dan
pelatihannya dilaksanakan setelah panen.
c. Untuk tanam pertama aplikasi budidaya padi SRI para petani
pelu difasilitasi kompos. MOL dan pestisida nabati secara
tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat tempat
serta jaminan off-take hasil panen dengan harga GKP diatas
konvensional.
Laporan Kegiatan
Tanggal : 27 Agustus – 1 September 2007
Tempat : Maleber
Jenis : Pelatihan Dasar (PD)
Asal Peserta : Cianjur (3)
Jumlah Peserta : 29 Orang
Instruktur :
1. Nanang Mulyana
2. Aseng
3. Koko
4. Nendi
Laporan Kegiatan
Tanggal : 27 Agustus – 1 September 2007
Tempat : Nagrak SRI Organic Centre
Jenis : Pelatihan Dasar (PD)
Asal Peserta : Cianjur (2)
Jumlah Peserta : 31 Orang
Instruktur :
1. Sutarmin
2. Deri Ramdani
3. Atma Agus H.
4. Dani
FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN DASAR SRI
ORGANIK CIANJUR
MALEBER 27 Agustus – 01 September 2007 ' ANGKATAN
2
FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK CIANJUR
NAGRAK, 27 Agustus – 01 September 2007 ' ANGKATAN
3

LAPORAN PELATIHAN TOT
SRI ORGANIK BALI
NAGRAK 01 - 06 OKT 2007
Oleh: Reza Afriansyah
Deskripsi Singkat
A. SUMMARY
Pelatihan ini diikuti oleh 33 orang peserta yang berasal
dari Propinsi Bali, waktu pelaksanaan pelatihan dimulai
dari tanggal 01-06 Oktober 2007 yang di pandu oleh 5 orang
pemandu dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS), bertempat
di Nagrak SRI Organic Centre, Sukabumi. Peserta TOT di utamakan
adalah anggota kelompok tani hamparan pada lahan sawah yang
beririgasi baik sebagai petani pemilik maupun petani penggarap
yang bersedia mengikuti pelatihan, telah mengikuti pelatihan
dasar sebelumnya dan telah menerapkan metode SRI Organik
minimal selama 1 musim tanam di daerahnya masing-masing.
Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti
dan memahami setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan
melalui presentasi, curah pendapat, simulasi, dinamika kelompok
dan praktek. Sesuai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun
oleh peserta siap untuk menerapkan metode SRI pada musim
tanam Okmar ini. Kendala pelaksanaan terutama adalah masalah
usaha pendekatan ke para petani mengingat masyarakat Bali
sangat memegang teguh adat-istiadat mereka termasuk cara
bercocok tanam sehingga diperlukan usaha dan waktu yang
lebih. Disisi lain pertanian di Bali sudah cukup maju terutama
pada sistem pengairan (SUBAK) yang sangat terintegrasi,
kelompok tani yang terstruktur rapi dan sebagainya sehingga
tidak ditemui masalah lain yang cukup berarti.
B. KESIMPULAN DAN SARAN
Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai
kendala yang dihadapi petani dari daerah tersebut masing-masing
antara lain :
a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk
memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI
di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System of
Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip
dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan
kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga
panen.
c. Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang
ditunjuk Medco selama aplikasi di lapangan selama 1 musim
tanam.
d. Untuk tanam pertama aplikasi budidaya padi SRI perlu
difasilitasi kompos, MOL dan pestisida nabati harus yang
tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat tempat
serta jaminan off-take hasil panen dengan harga GKP diatas
konvensional.
Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para
peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan
cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami
teknis budidaya padi System of Rice Intensification (SRI)
yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal
untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan
proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan
tanah, tanaman dan air.
Laporan Kegiatan
Tanggal : 01 – 06 Oktober 2007
Tempat : Nagrak SRI Organic Centre
Jenis : Training of Trainer (TOT)
Asal Peserta : Bali
Jumlah Peserta : 33 Orang
Instruktur :
1. Wahyudin
2. Deri Ramdani
3. Atma Agus H.
4. Alik Sutaryat
FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN TOT SRI
ORGANIK BALI
NAGRAK 01 – 06 September 2007


LAPORAN PELATIHAN TOT
SRI ORGANIK NUSA TENGGARA BARAT
NAGRAK 24 - 29 SEPT 2007
Oleh : Reza Afriansyah
Deskripsi Singkat
A. SUMMARY
Training Of Trainer (TOT) budidaya padi SRI organik bertujuan
untuk mempersiapkan tenaga pelatihan SRI di tingkat lapangan
(daerah). Pelatihan ini diselenggarakan selama 6 hari mulai
tanggal 24–29 September 2007, bertempat di Nagrak,
Sukabumi. Prioritas peserta dari pelatihan ini adalah petugas
lapangan atau petani yang telah mengikuti pelatihan dasar
SRI dan telah menerapkan metode ini selama minimal 1 musim
tanam. TOT ini diikuti oleh 34 orang peserta dari Lombok
Barat dan Lombok Tengah, Kalbar, Jambi dan Medco. Dipandu
oleh 4 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS),
didampingi oleh koordinator DISIMP Region Bali, NTB dan
NTT. Para peserta cukup antusias sehingga dapat mengetahui,
mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan baik
yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat, simulasi,
dinamika kelompok dan praktek. Sesuai Rencana Tindak Lanjut
(RTL) yang telah disusun oleh peserta, mereka siap menjadi
pemandu di daerahnya masing-masing dalam mengembangkan lahan
seluas 700 hektar yang dimulai pada musim tanam Okmar ini.
Kendala yang mereka hadapi adalah datangnya musim kemarau
panjang dimana kualitas dan kuantitas air di sungai sebagai
sumber relatif menurun sehingga musim tanam ini tergantung
kepada air hujan. Pelatihan dasar yang telah diikuti sebelumnya
oleh peserta dari NTB ini difasilitasi oleh DISIMP –
Nippon Koei dimana aplikasi SRI nya di daerah masing-masing
masih an-organik.
B. KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Respon para peserta/petani terhadap materi-materi TOT yang
disampaikan cukup baik, sehingga peserta dapat mengetahui,
mengerti dan memahami teknis budidaya padi System Of Rice
Intensification (SRI) dengan baik, yaitu bagaimana pemanfaatan
sumberdaya lahan secara optimal untuk budidaya tanaman padi
yang intensif dan efisien dengan proses manajemen sistem
perakaran yang berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan
air. Pada akhirnya dari hasil penilaian para pemandu terhadap
kemampuan mempresentasikan hasil proses pembelajaran TOT
peserta cukup baik sehingga mereka dinilai siap untuk memberikan
pelatihan dasar metode SRI di tingkat lapangan di daerahnya
masing-masing.
2. Saran – Saran
a.Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk memberikan
dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI di tingkat
lapangan.
b. Untuk keberhasilan pelaksanaan pelatihan dasar dan penerapan
budidaya padi System Of Rice Intensification (SRI) ini perlu
dilakukan tahapan-tahapan sebagai berikut :
• Identifikasi calon lokasi dan petani
• Pertemuan persiapan, koordinasi dan sosialisasi
dengan kelompok tani
• Pelatihan yang efektif minimal selama 6 hari
• Pelaksanaan pelatihan perlu disesuaikan dengan waktu
musim tanam agar dapat langsung diaplikasikan penerapan
hasil latihan di tingkat lapangan
• Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak
yang ditunjuk Medco saat pelatihan dasar dan aplikasi di
lapangan selama 1 Musim Tanam
Untuk tanam pertama aplikasi budidaya padi SRI pelu difasilitasi
kompos. MOL dan pestisida nabati serta jaminan off taking
hasil panen dengan harga GKP diatas konvensional.
Laporan Kegiatan Pelatihan SRI ORGANIK NTB
Tanggal : 24 - 29 September 2007
Tempat : Nagrak
Jenis : Training of Trainers (TOT)
Asal Peserta : NTB
Jumlah Peserta : 34 Orang
Instruktur :
1. Alik Sutaryat
2. Deri Ramdani
3. Nanang Mulyana
4. Koko
FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN TOT SRI
ORGANIK NTB
NAGRAK 24 – 29 September 2007




LAPORAN PELATIHAN DASAR
SRI ORGANIK KALIMANTAN TENGAH
NAGRAK 03 - 08 SEPT 2007
Oleh : Reza Afriansyah
Deskripsi Singkat
Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal
dari Kabupaten Barito Timur dan Kapuas. Para peserta cukup
antusias dalam mengikuti jalannya pelatihan. Perbedaan yang
mencolok para petani dari kedua daerah tersebut tergambar
dari perbedaan jenis lahan yang selama ini mereka garap.
Kapuas identik dengan lahan irigasinya sedangkan Barito
Timur sangat identik dengan lahan gambut. Berawal dari perbedaan
lahan itulah mereka dihadapkan dengan kendala-kendala yang
berbeda pula. Para peserta cukup antusias sehingga dapat
mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan
baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat,
simulasi, dinamika kelompok dan praktek. Sesuai Rencana
Tindak Lanjut (RTL) yang disusun oleh peserta siap untuk
menerapkan metode SRI seluas 5 ha bahkan dilapangan bisa
lebih pada musim tanam Okmar ini. Kendala saat ini terutama
di lahan gambut adalah masalah drainase sehingga perlu ngatur
masalah waktu yang tepat untuk pengolahan tanah dan tanam
sedangka pada daerah irigasi di Kab.Barito Timur air cukup
tersedia hanya saja petani disini mengharapkan adanya bantuan
dana penuh untuk percontohan budidaya padi metoe SRI ini
mulai dari biaya pengolahan, pupuk, pemeliharaan sampai
panen.Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk
berbagai kendala yang dihadapi petani dari kedua daerah
tersebut masing-masing antara lain :
a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk
memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI
di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System Of
Rice Intensification ( SRI ) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip
dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan
kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga
panen.
c. Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang
ditunjuk Medco selama aplikasi di lapangan selama 1 Musim
Tanam.
d. Untuk tanam pertama aplikasi budidaya padi SRI perlu
difasilitasi kompos, MOL dan pestisida nabati harus yang
tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat tempat
serta jaminan off-take hasil panen dengan harga GKP diatas
konvensional.
Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para
peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan
cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami
teknis budidaya padi System Of Rice Intensification ( SRI
) yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal
untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan
proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan
tanah, tanaman dan air. Pada akhirnya setelah mengikuti
proses pembelajaran, peserta siap untuk mengaplikasikan
metode SRI di lahan usaha taninya masing-masing.
Laporan Kegiatan Pelatihan SRI ORGANIK
Tanggal : 03 - 08 September 2007
Tempat : Nagrak
Jenis : Pelatihan Dasar (PD)
Asal Peserta : Kalteng
Jumlah Peserta : 30 Orang
Instruktur :
1. Nanang Mulyana
2. Aseng
3. Koko
4. Dani
FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN DASAR SRI
ORGANIK KALTENG
NAGRAK 03 – 08 September 2007

LAPORAN PELATIHAN DASAR
SRI ORGANIK PAPUA
MERAUKE 01 - 06 NOV 2007
Oleh: Reza Afriansyah
Deskripsi Singkat
A. SUMMARY
Pelatihan ini diikuti oleh 39 orang peserta yang berasal
dari Propinsi Papua, waktu pelaksanaan pelatihan dimulai
dari tanggal 01-06 November 2007, dipandu oleh 5 orang pelatih
dari Yayasan Aliksa Organik SRI (YAOS), bertempat di Aula
Kampung Tanah Miring Kabupaten Merauke, peserta dasar di
utamakan adalah anggota kelompok tani hamparan pada lahan
sawah yang beririgasi baik, sebagai petani pemilik maupun
petani penggarap. Para peserta cukup antusias sehingga dapat
mengetahui, mengerti dan memahami setiap materi yang disampaikan
baik yang disampaikan melalui presentasi, curah pendapat,
simulasi, dinamika kelompok dan praktek. Sesuai Rencana
Tindak Lanjut (RTL) yang disusun oleh peserta siap untuk
menerapkan metode SRI pada musim tanam november ini. Kendala
saat ini terutama adalah masalah kekeringan dan banjir pada
awal musim hujan sehingga perlu mengatur masalah waktu yang
tepat untuk pengolahan tanah dan tanam, air sangat tergantung
oleh hujan. Kemudian disini mengharapkan adanya bantuan
dana penuh untuk percontohan budidaya padi metoe SRI ini
mulai dari biaya pengolahan, pupuk, pemeliharaan hingga
panen.
B. KESIMPULAN DAN SARAN
Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai
kendala yang dihadapi petani dari daerah tersebut masing-masing
antara lain :
a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk
memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI
di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System of
Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip
dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan
kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga
panen.
c. Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang
ditunjuk Medco selama aplikasi di lapangan selama 1 Musim
Tanam.
d. Untuk tanam pertama aplikasi budidaya padi SRI perlu
difasilitasi kompos, MOL dan pestisida nabati harus yang
tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat tempat
serta jaminan off-take hasil panen dengan harga GKP diatas
konvensional.
Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para
peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan
cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami
teknis budidaya padi System of Rice Intensification (SRI)
yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal
untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan
proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan
tanah, tanaman dan air. Pada akhirnya setelah mengikuti
proses pembelajaran, peserta siap untuk mengaplikasikan
metode SRI di lahan usaha taninya masing-masing.
Laporan Kegiatan
Tanggal : 01 - 06 November 2007
Tempat : Kantor Desa Tanah Miring Kab.Merauke
Jenis : Pelatihan Dasar
Asal Peserta : Merauke
Jumlah Peserta : 39 Orang
Instruktur :
1. Atma Agus H.
2. Dani Muliana
3. Koko Komamin
FOTO KEGIATAN PESERTA PELATIHAN SRI ORGANIK
PAPUA
MERAUKE 01 – 06 November 2007


LAPORAN PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK
DEPOK
NAGRAK 26 NOV - 01 DES 2007 'ANGKATAN
1
Oleh : Reza Afriansyah
Deskripsi Singkat
A. SUMMARY
Pelatihan ini diikuti oleh 28 orang peserta dan 2 orang
pendamping yang berasal dari Depok, waktu pelaksanaan pelatihan
dimulai dari tanggal 26 November – 1 Desember 2007
yang di pandu oleh 3 orang pemandu dari Yayasan Aliksa Organik
SRI (YAOS), bertempat di Nagrak SRI Organic Centre, Sukabumi.
Peserta Pelatihan Dasar di utamakan adalah anggota kelompok
tani hamparan pada lahan sawah beririgasi baik sebagai petani
pemilik maupun petani penggarap yang bersedia untuk beralih
dari metode konvensional ke SRI Organik. Para peserta cukup
antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami
setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui
presentasi, curah pendapat individu, simulasi, dinamika
kelompok dan praktek lapangan. Sesuai Rencana Tindak Lanjut
(RTL) yang disusun oleh peserta siap untuk menerapkan metode
SRI seluas 9 ha pada musim tanam Ok-mar ini. Kendala saat
ini adalah musim kemarau sehingga sebagian lahan kekurangan
air.
B. KESIMPULAN DAN SARAN
Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai
kendala yang dihadapi petani dari daerah tersebut masing-masing
antara lain :
a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk
memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI
di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System of
Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip
dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan
kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga
panen.
c. Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang
ditunjuk Medco selama aplikasi di lapangan selama 1 musim
tanam.
Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para
peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan
cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami
teknis budidaya padi System of Rice Intensification (SRI)
yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal
untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan
proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan
tanah, tanaman dan air.
Laporan Kegiatan
Pelatihan SRI ORGANIK DEPOK 1
Tanggal : 26 November – 01 Desember 2007
Tempat : Nagrak SRI Organic Centre
Jenis : Training of Farmer (TOF)
Asal Peserta : Depok
Jumlah Peserta : 28 Orang
Instruktur :
1. Wahyudin
2. Deri Ramdani
3. Nanang


LAPORAN PELATIHAN DASAR SRI ORGANIK
DEPOK
MALEBER 29 NOV - 04 DES 2007
'ANGKATAN 2
Oleh : Reza Afriansyah
Deskripsi Singkat
A. SUMMARY
Pelatihan ini diikuti oleh 26 orang peserta, waktu pelaksanaan
pelatihan dimulai dari tanggal 29 November – 4 Desember
2007 yang di pandu oleh 3 orang pemandu dari Yayasan Aliksa
Organik SRI (YAOS), bertempat di Wisma Maleber, Cianjur.
Peserta Pelatihan Dasar di utamakan adalah anggota kelompok
tani hamparan pada lahan sawah beririgasi baik sebagai petani
pemilik maupun petani penggarap yang bersedia untuk beralih
dari metode konvensional ke SRI Organik. Para peserta cukup
antusias sehingga dapat mengetahui, mengerti dan memahami
setiap materi yang disampaikan baik yang disampaikan melalui
presentasi, curah pendapat individu, simulasi, dinamika
kelompok dan praktek lapangan. Sesuai Rencana Tindak Lanjut
(RTL) yang disusun oleh peserta siap untuk menerapkan metode
SRI seluas 10 ha pada musim tanam Ok-mar ini.
B. KESIMPULAN DAN SARAN
Saran yang dapat diberikan oleh tim instruktur untuk berbagai
kendala yang dihadapi petani dari daerah tersebut masing-masing
antara lain :
a. Perlu adanya komitmen dari semua pihak terkait untuk
memberikan dukungan dan memfasilitasi penyebarluasan SRI
di tingkat lapangan.
b. Untuk keberhasilan penerapan budidaya padi System of
Rice Intensification (SRI) ini perlu dilakukan prinsip-prinsip
dasar SRI secara utuh mulai dari pengolahan tanah, penaburan
kompos, semai, tanam dan pemeliharaan/penyiangan hingga
panen.
c. Pendampingan baik oleh tim ALIKSA maupun dari pihak yang
ditunjuk Medco Foundation selama aplikasi di lapangan selama
1 musim tanam.
Dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa respon para
peserta/petani terhadap materi-materi pelatihan yang disampaikan
cukup baik, mereka dapat mengetahui, mengerti dan memahami
teknis budidaya padi System of Rice Intensification (SRI)
yaitu bagaimana pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal
untuk budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan
proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengolahan
tanah, tanaman dan air.
Laporan Kegiatan
Tanggal : 29 November – 04 Desember 2007
Tempat : Wisma Maleber, Cianjur
Jenis : Training of Farmer (TOF)
Asal Peserta : Depok
Jumlah Peserta : 26 Orang
Instruktur :
1. Alik Sutaryat
2. Dani Muliana
3. Koko

