Anda sekarang berada di sub halaman web: ARTIKEL

 

SRI Organik Internasional Dideklarasikan Menjawab Tantangan Revolusi Hijau Lestari
Jika Madagaskar menjadi tempat asal lahirnya System Rice Intentification (SRI). maka Indonesia berpeluang menjadi pusat pengembangan dan informasi SRI organik internasional. Untuk mencapai itu, di Desa Nagrak Utara, Cibadak, Sukabumi, pekan lalu telah dideklarasikan sebuah organisasi bernama “SRI Organik Internasional”.

Isu ketahanan pangan dan penyelamatan lingkungan belakangan ini terus menggelembung dan mengglobal, misalnya pada Hight Level Regional Policy Dialogue on ’The Food-Fuel Crisis and Climate Change: Reshaping the Development Agenda’ yang digelar oleh Economic and Social Commision for ASIA and the Pasific (ESCAP) dan Pemerintah Indonesia di Bali, akhir tahun lalu, revolusi hijau lestari menjadi salah satu butir penting dalam pertemuan tersebut.

‘Revolusi Hijau Lestari’ kini bukan lagi menjadi sebuah pemikiran, tetapi telah bergeser menjadi sebuah gerakan yang harus direalisasikan. ‘Lestari’ kata akhirnya yang mengindikasikan bahwa saat ini ada ancaman akan ketidaklestarian sumber daya pertanian, seperti lahan. Ancaman itu muncul dari kerusakan daya dukung lahan akibat penggunaan pupuk kimia (an organik) dan pestisida kimia yang telah berlebihan.

Fakta kerusakan itu, bukan untuk menakut-nakuti tapi mari dilihat menurut kajian Bank Dunia, setelah tahun 1990-an terjadi perlambatan laju kenaikan produksi. Ini di antaranya disebabkan oleh pemupukan dan pemberian pestisida secara terus-menerus pada takaran tinggi yang menyebabkan deteriorasi kesuburan tanah, sehingga penambahan input tidak lagi mampu memacu kenaikan produktivitas padi.

Gejala pelandaian produktivitas dan produksi padi nasional ini makin mendorong perlunya koreksi terhadap revolusi hijau pertama. Apalagi makin mengemukanya isu lingkungan, perubahan iklim (global warming), konversi dan degradasi lahan, serta makin menggemanya tuntutan terhadap keamanan pangan (food savety).

Koreksi terhadap revolusi hijau mulai mengemuka pada Science Academic Summit pada tahun 1996 di Madras, India, dengan istilah Evergreen Revolution (Revolusi Hijau Lestari, RHL), dan pada World Food Summit tahun 1996 di FAO, Roma, dengan istilah New Green Revolution atau New Generation of Green Revolution.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI
© 2008 Sinar Tani Online. All rights reserved)

(Sumber: http://sinartani.com/bumiair/sri-organik-internasional-dideklarasikan-menjawab-tantangan-revolusi-hijau-lestari-1235364616.htm)



Bookmark and Share