Depok kembangkan sistem pertanian organik
Para petani di Kota Depok akan diarahkan untuk menerapkan sistem pertanian sawah organik. Cara ini selain dapat meningkatkan produksi panen dan meningkatkan kesejahteraan petani juga dinilai lebih ramah lingkungan. Dinas Pertanian (Distan) Kota Depok mengirimkan sebanyak 25 petani dan tenaga penyuluh ke Nagrak Organik System of Rice Intensification (SRI) Center di Sukabumi, Jawa Barat, untuk mendapat pelatihan. Pelatihan dimulai Senin (18/6) dan akan berakhir Ahad (24/6).
Wali Kota Depok, Nurmahmudi Ismail, menyatakan sudah saatnya para petani memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas komoditas pertaniannya. "Hal itu penting dalam rangka memperkuat ketahanan pangan di dalam negeri khususnya memenuhi kebutuhan di Kota Depok," paparnya saat membuka pelatihan.
Menurut dia, sejumlah daerah juga sudah mulai menerapkan sistem pertanian organik ini. Misalnya Sragen, Madiun, Blitar, Garut, Ciamis, NTB dan lainnya. Terbukti, sistem tersebut berhasil mencapai hasil maksimal. Pemkot Depok akan mendukung penuh program ini dalam bentuk bantuan untuk pelatihan dan pembenahan sistem pemasarannya.
Kepala Dinas Pertanian Kota Depok, Rumanul Hidayat,
mengemukakan, dari tahun ke tahun lahan pertanian di Kota
Depok terus mengalami penyusutan. Dari sekitar 1.300 hektare
tahun 2000, menjadi tinggal 972 hektare tahun 2005. "Susutnya
hampir mencapai 25 persen," kata dia prihatin.
Penyebabnya cukup banyak. Dikatakan, kondisi geologis tanah
di Depok berupa endapan pasir beton, dipandang cocok untuk
pembangunan fisik di atasnya. Jadilah kemudian lahan kerap
dialihkan untuk pembangunan. Selain itu, kurang baiknya
cara pengolahan, membuat lahan sawah jadi kurang produktif
hingga banyak beralih fungsi. Oleh karenanya, pihaknya mengharapkan,
dengan sistem organik ini, permasalahan itu bisa diminimalisasi.
(yus)
(Sumber:
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=297268&kat_id=286)
