Anda sekarang berada di sub halaman web: ARTIKEL


Berhemat Air Produksi Tetap Tinggi, Dengan menerapkan sistem budidaya SRI, penggunaan air dihemat hingga 40%.

Background

Menghadapi ancaman El Nino bukan berarti harus pasrah. Masih banyak cara yang dapat dilakukan agar tetap bisa menanam padi. Salah satunya dengan pengelolaan air yang baik alias hemat air. Teknologi budidaya yang hemat air di antaranya adalah system of rice intensification (SRI). Contoh petani yang menerapkan sistem SRI adalah Nendi, petani asal Depok, Jawa Barat.

Cara Nendi bertanam padi memang tak lazim. Petani yang juga pegawai Deptan itu menggunakan bibit umur 5—10 hari. Padahal, biasanya petani lain menanam bibit umur 25 hari. Jarak tanamnya pun longgar, 40 cm x 30 cm. Umumnya petani, 20 cm x 20 cm. Sudah begitu, ia tak menggenangi sawahnya.

Hal paling mendasar dalam budidaya sistem SRI adalah menerapkan pengairan intermitten (berselang). Artinya, siklus basah kering bergantung pada kondisi lahan, tipe tanah, dan ketersediaan air. Selama kurun waktu penanaman, lahan tidak tergenang, tapi macak-macak. “Cara itu bisa menghemat penggunaan air hingga 40%,” ungkap pemilik 22,5 hektar (ha) sawah tersebut. Pria berusia 49 tahun itu menerapkan sistem SRI organik di Sukabumi 10 ha, Jonggol 5 ha, dan juga di Cikampek 9,5 ha.

Lebih lanjutnya mengenai liputan ini baca di Tabloid AGRINA versi Cetak volume 5 Edisi No. 113 yang terbit pada Rabu, 14 Oktober 2009.

........
Lebih lanjutnya mengenai liputan ini baca di Tabloid AGRINA versi Cetak volume 5 Edisi No. 113 yang terbit pada Rabu, 14 Oktober 2009.



Bookmark and Share